Pembukaan ExcEl Award 2021

Jakarta, 23 September 2021 – Sembilan jurnalis dari empat negara di Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Filipina menyabet penghargaan ExcEl Award (Excellence in Election Reporting in Southeast Asia) 2021.

ExcEl Award merupakan ajang penghargaan jurnalistik se-Asia Tenggara yang diselenggarakan dua tahunan oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) bekerja sama dengan Perludem di bawah program The Asia-Pacific Regional Support for Elections and Political Transitions (RESPECT).

Pada tahun ini, juri yang mengkurasi laporan jurnalistik terdiri dari jurnalis senior dan akademisi, yakni Hermien Y. Kleden (Indonesia), Cherian George (Singapura), Pravit Rojanaphruk (Thailand), Tess Bacalla (Filipina) dan Kuek Ser Kuang Keng (Malaysia). Penghargaan ini terbagi dalam tiga kategori, yakni laporan investigasi, feature dan data-driven story. “Kami menerima sekitar 70 laporan dari lima negara yang terbit pada 1 September 2019 – 31 Juni 2021. Dari jumlah itu kategori data driven jumlahnya masih terlalu rendah. Tapi hasilnya peliputannya baik,” ujar Kleden, Kamis, 23 September 2021.

Liputan berjudul “Social Aid Kickback for the Bull Party” dan “Social Aid Bags at Election Campaigns” yang ditulis wartawan majalah Tempo dari Indonesia, Linda Novi Trianita dan Devi Ernis diganjar juara pertama kategori liputan investigasi.

Laporan yang terbit pada 22 Desember 2020 ini mengangkat kasus korupsi bantuan sosial yang dilakukan mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara. Jurnalis Tempo menemukan proyek bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19 itu dikuasai sejumlah politikus dan pejabat negara. Selain itu, laporan ini menunjukkan bahwa ada indikasi sebagian uang masuk ke kantong calon kepala daerah dari partai PDI Perjuangan. Pemenang dalam kategori investigasi berhak menerima uang penghargaan sebesar $1200 atau sekira Rp 17 juta.

“Terima kasih atas penghargaan ini. Khususnya untuk rekan saya, Devi yang lagi berada di Papua. Laporan ini menunjukkan di Indonesia masih banyak korupsi. Mungkin lebih parah dari 1998. Pada situasi Covid-19, menteri sosial malah menggunakan bansos untuk pemilihan daerah. Untungnya kami punya tradisi untuk menginvestigasi,” ujar Linda.

Jurnalis Malaysiakini, Ng Xiang Yi memenangkan kategori feature dengan dua laporan berjudul “Whoever paves the road will have our votes for life (part I)” dan “In the battle for votes to improve roads, Star says it’ll get a 3km road fixed (part II).” Cerita yang berhasil menyisihkan lima nominasi lain ini memotret pemilihan umum di Sabah Malaysia.

“Terima kasih banyak atas penghargaan ini. Itu adalah cerita yang kecil yang saya temukan di Sabah pada pemilihan lalu. Saya membuat cerita itu di tengah saya melakukan tugas yang lain. Mereka meminta jalan untuk diperbaiki. Semoga ada kontribusi lebih baik lagi di masa depan,” ungkap Ng Xiang Yi.

Dalam kategori ini, dua media dari Indonesia, Kompas dan majalah Tempo masing-masing menyabet juara 2 dan 3. Jurnalis Kompas, Nikolaus Harbowo melaporkan berita terkait pemilian umum berjudul “Pilkada 2020, Covid-19, dan Pertaruhan Memori Kolektif.” Sedangkan jurnalis Tempo, Wayan Agus Purnomo dan Raymundus Rikang membikin dua laporan berjudul “Jokowi’s Son Maneuvers Towards Candidacy” dan “Bobby’s Gambit.” Pemenang II dan III dalam kategori ini berhak menerima uang penghargaan sebesar $1000 dan $800.

Sementara dalam katergori data driven story dimenangkan oleh Nigel Aw Heng Liang dari Malaysiakini dengan dua laporan berjudul “Sabah Decides 2020 (part I)” dan “The Who’s Who (part II)”. Diikuti oleh jurnalis PCIJ Filipina, Cherry Mae G. Salazar saat melaporkan kampanye kandidat pemilu yang dimulai jauh sebelum pemilihan pada Mei 2022. Para kandidat disinyalir menghabiskan ribuan hingga jutaan Peso sejak Agustus 2020 untuk beriklan di Facebook. Seperti kategori lain, masing-masing pemenang mendapatkan uang penghargaan sebesar $1200 untuk Juara I dan $1000 untuk JUARA II. “Ini kerja tim. Tidak hanya cerita, tapi ada koding dan lainnya. Ini bisa dikembangkan lebih menarik agar lebih menarik secara visual. Di Sabah ini kompleks, mungkin orang tidak banyak yang mengenalnya. Terima kasih atas penghargaanya, ” ucap Nigel Aw Heng Liang.

Selain tiga kategori tersebut, para juri dan penyelenggara, yakni Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan The Asia-Pacific Regional Support for Elections and Political Transitions (RESPECT) memberikan penghargaan khusus kepada jurnalis Myanmar, Khin Moh Moh Lwin dan Thaw Zin Myo dari Myanmar Now atas laporan berjudul “The PPP, a party of NLD defectors, military men, and ultranationalists.”

“Kami ingin menyampaikan penghargaan kami. Kami berterima kasih karena para jurnalis tersebut sudah memberitakan situasi yang sangat susah di Myanmar pada saat ini,” tutup Kleden.

Acara pengumuman pemenang ExcEl Award ini juga dibarengi dengan webinar dengan tema “Journalism and Democracy in the Age of Pandemic and Disinformation.” Tiga orang pembicara dari tiga negara hadir dalam webinar ini, yakni Gemma B. Mendoza (Rappler, Filipina), Anita Wahid (MAFINDO, Indonesia) dan Zikri Kamarulzaman (Malaysiakini, Malaysia).

Share: