We accelerate Citizen Journalism.

2006

PPMN didirikan di Jakarta Pusat dengan akta notaris Saal Bumela no. 16 tanggal 18 Juli 2006 sebagai perkumpulan. Lima pendiri Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara adalah Santoso, Wandy Nicodemus Tuturoong, Heru Hendratmoko, Teddy Wibisana dan Eni Mulia.

2007 – 2009

Pendaftaran PPMN sebagai badan hukum disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Hukum Umum dalam akta bertanggal 20 April 2007. Program awal masa berdiri PPMN banyak diisi dengan kegiatan memberikan bantuan darurat terhadap media di daerah bencana antara lain tsunami Aceh dan Nias, gempa Sumatera Barat, dll. Perluasan akses informasi juga dilakukan PPMN dengan pembangunan radio-radio komunitas di daerah minim akses informasi seperti di kabupaten Yahukimo dan Paniai Papua, kabupaten Sumba Tengah, NTT dan beberapa kabupaten di Aceh. Di samping itu PPMN mulai menjalankan program peningkatan kapasitas media dengan aneka workshop, fellowship, in house training, magang, seminar untuk para jurnalis maupun praktisi media dalam bidang teknik maupun marketing dan manajemen. Sementara itu produksi konten mulai dilakukan PPMN dengan bekerja sama dengan berbagai media independen seperti talk show, feature, bulletin dan lain-lain. Termasuk di antaranya adalah menyelenggarakan program Asia Calling bersama KBR dengan ratusan radio jaringannya di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dan Selatan. Mengelola bidang pengembangan jaringan dan kualitas program serta fund raising PPMN mulai mengelola program berskala regional.

2010 – 2014

PPMN semakin mengembangkan diri di kawasan regional dengan tidak hanya mengelola program produksi konten tetapi juga peningkatan kapasitas bagi media dan jurnalis di kawasan. Mendirikan dan mengembangkan Asia Calling Network yang merupakan jaringan media independen regional, PPMN bekerja bersama mitra-mitranya melakukan berbagai kegiatan berbagi pengalaman dan keahlian baik dalam bidang jurnalistik maupun bisnis media untuk mendukung media independen dan profesional di kawasan. Seiring dengan kemajuan teknologi dan populernya media sosial PPMN mulai merintis kegiatan mendampingi dan mengembangkan jurnalisme warga.

2015

PPMN mendirikan JARING, Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi, untuk mendorong karya-karya jurnalisme investigasi yang melayani kepentingan publik dalam konteks mendorong pemerintahan yang transparans dan memiliki tata kelola yang baik. JARING terdaftar menjadi anggota Global Investigative Journalism Network dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi ini dalam tingkat regional dan internasional. JARING juga memproduksi konten jurnalisme data selain investigasi dan merintis sebuah bentuk nonprofit media di Indonesia. PPMN meluncurkan Program Citradaya Nita, fellowship untuk jurnalis perempuan yang ingin mengembangkan kemampuan jurnalistiknya serta mengasah kepemimpinan dan kepeloporannya dalam mendorong perubahan komunitas. Program ini dilakukan secara kontinyu setiap tahun berikutnya.

2017

PPMN menjadi salah satu penggagas IndonesiaLeaks, sebuah platform whistleblower untuk jurnalisme investigatif yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kerja kolaborasi platform ini didukung oleh 10 media dan 5 CSO. PPMN mulai memperkenalkan dan mengembangkan teknik Solutions Journalism di Indonesia dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, fellowship dan melakukan liputan kolaborasi dengan berbagai organisasi media.

2018

PPMN kembali mengerjakan program dukungan media regional bekerjasama dengan Perludem khusus untuk tema kepemiluan. Program bertajuk ( Asia-Pacific Regional Support for Elections and Political Transitions) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemilu yang berintegritas dan berkeadilan di kawasan.

2020

Di tahun awal pandemi, PPMN tampil lebih baik dari sebelumnya, mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Kedutaan Besar Belanda di Indonesia untuk program penguatan suara perempuan di media, dan bergabung dengan konsorsium MEDIA yang didukung oleh Internews dan USAID. Program ini dibentuk untuk memperkuat media dalam mendukung kebebasan pers, transparansi dan tata kelola yang baik ini melibatkan tujuh lembaga yang bergerak dalam pengembangan dan penguatan jurnalis dan media, serta antikorupsi. Secara regional, diwakili oleh Jaring.id, PPMN juga terus memperkuat posisinya dengan secara resmi menggandeng GIJN, lembaga global yang mendukung jurnalisme investigatif, untuk mengelola kanal media sosial dan website GIJNIndonesia.

2021

PPMN turut serta mengadvokasi UU ITE Indonesia dengan mengembangkan model jurnalisme crowdsourced di semuabisakena.jaring.id, yang berisikan kisah korban UU ITE yang dapat mengancam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. PPMN juga meluncurkan penelitian pertama tentang pemimpin media perempuan di Indonesia. Perkuat media PPMN yang mempromosikan gender dengan menawarkan pelatihan manajemen dan kepemimpinan bagi jurnalis perempuan dan menginisiasi kerjasama dengan WAN IFRA untuk program Southeast Asia WIN (Women in News).