Kode etik bagi jurnalis menjadi bagian sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sehingga tercipta integritas baik untuk pribadi sebagai jurnalis maupun media massa.

Kode etik jurnalis menjadi sangat penting untuk dipahami karena sebagai salah satu bentuk perlindungan agar tidak menimbulkan masalah kemudian hari. Permasalahan yang dimaksud ialah banyaknya somasi yang dilayangkan ke Dewan Pers karena dirugikan akibat pemberitaan yang dibuat oleh jurnalis yang melanggar kode etik.

Sebagai contoh, somasi yang kerap disampaikan ke Dewan Pers ialah isi berita yang tidak berimbang. Era digital yang menuntut kecepatan membuat jurnalis atau media itu sendiri tidak mengecek ulang kebenaran informasi karena hanya mengutip melalui media sosial. Padahal dalam jurnalistik dikenal cover both side di mana jurnalis wajib memberi informasi yang berimbang.

Dalam kode etik jurnalistik, ada 8 poin yang menjadi kunci agar jurnalis tetap berintegritas. Kedelapan poin tersebut ialah independen, beimbang, tidak beritikad buruk, faktual dan jelas sumbernya, menguji informasi, tidak menyebut nama korban asusila dan pelaku kejahatan di bawah umur, tidak menyalahi aturan profesi, tidak berprasangka dan diskriminatif. Bila 8 poin tersebut bisa dijalankan saat meliput di lapangan, maka bisa mengurangi somasi.

Terlebih saat ini ada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang bisa saja digunakan oleh orang-orang yang melakukan somasi dan membawa permasalahan ke ranah hukum. Padahal setiap masalah pemberitaan bisa diselesaikan melalui UU Pers, seperti hak jawab.

Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, media dan pers merupakan hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, UUD 1945 serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan media dan pers menjadi sarana masyarakat untuk mendapat informasi dan berkomunikasi dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Era digital ini seharusnya pemilik media dan wartawan Indonesia menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama. Pers dituntut untuk profesional dan terbuka. Setiap media massa dan wartawan harus mematuhi landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.

 

Sumber : 

https://www.kompasiana.com/koceleng/5528a6226ea834025e8b45db/pentingnya-mematuhi-kode-etik-jurnalistik-bagi-media-massa-dan-wartawan 

https://kaltara.prokal.co/read/news/14915-jurnalis-harus-paham-kode-etik-jurnalistik 

Share:

Leave a Reply