JW Kayong Solidaritas Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Gender

Kelompok Jurnalis Warga Kayong Solidaritas (JWKS) pada 2018 memfokuskan kegiatan mereka bukan hanya pada aktivitas yang berhubungan dengan jurnalistik. Namun ikut mendorong pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi. Jurnalisme yang mereka usung berusaha mendorong upaya pemberdayaan dengan produksi berita pada kegiatan masyarakat di Dusun Silingan Sukaria, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Wilayah ini menurut cerita Viktor Irwin, Koordinator JWKS, merupakan daerah yang diapit dua investasi perusahaan tambang dan perkebunan. Namun karena kondisi sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah, warga lokal sulit mendapat tempat di perusahaan-perusahaan itu.

JWKS bekerjasama dengan PPMN dan lembaga pemberdayaan lokal yakni Credit Union Pancur Solidaritas (CUPS). Mereka mencoba melakukan pendekatan dan pemberdayaan bagi warga lewat pemberitaaan para anggota JW. Strategi yang dipilih adalah menggerakkan warga dimulai dengan kegiatan pemberdayaan berbasis gender.

Kegiatan pertama adalah pelatihan bagi kaum perempuan dengan mengolah bahan makanan berbahan dasar lokal. Kegiatan itu disisipi pula dengan pelatihan manajemen keuangan keluarga serta usaha mendorong kaum pria untuk memiliki usaha tambahan yang bersifat green economic.

Uniknya kegiatan yang fokus pada kaum ibu ini dibarengi dengan pelatihan komunikasi dan menggambar bagi anak-anak mereka. Usaha yang dibangun ini membuahkan hasil. Kaum pria mulai tergerak dan berembuk memetakan potensi di wilayahnya. Mereka sepakat untuk menggali lebih dalam potensi sumber alam di wilayah dusun mereka yakni madu dari lebah liar. Mereka sepakat membentuk kelompok peternak madu Silingan Sukaria Solidaritas (3S).

Tahap berikutnya anggota JWKS dan CUPS mempelopori kegiatan workshop bagi kelompok peternak madu 3S yang dihadiri oleh pemerintah dan mitra terkait. Buah dari kegiatan ini adalah pengakuan dan dukungan pelatihan dari pemerintah untuk kelompok 3S dan madu dengan merek dagang 3S mulai dipasarkan.

Menariknya sebagian besar dari hasil penjualan ini digunakan oleh anggota kelompok untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Sementara lagi hasi penjualan tersebut dikembalikan ke kas kelompok untuk kegiatan penanaman bunga yang menjadi sumber nektar bagi lebah madu sehingga hal ini dapat berkesinambungan.

Pada tahun 2019 kelompok peternak 3S semakin aktif. Mereka mengadakan pertemuan kelompok secara periodik. Peran serta dan kerjasama dari JWKS, PPMN dan CUPS berbuah pada pemberdayaan yang berkesinambungan.

Share:

Leave a Reply