Foto Zoom Diskusi.
Sumber: Dok. Pribadi

Sejak 2018, di bawah program the Regional Asia Pasifik untuk Pemilu dan Transisi Politik (RESPECT), Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) bekerja sama dengan Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), mengembangkan portal data pemilu yang beralamat di Datatalk.asia. 

Portal ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi jurnalis di kawasan Asia Tenggara dalam membuat laporan jurnalistik terkait pemilu. Hingga saat ini sebanyak 94 dataset kepemiluan dari tiga negara (Indonesia, Filipina, dan Malaysia) yang telah terhimpun di portal ini. Beberapa data story dan visualisasi data terkait pemilu juga ditampilkan di sini. 

Pada Senin 16 Agustus 2021, PPMN mengundang delapan jurnalis dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina dalam sebuah diskusi terfokus bertajuk “Development and Innovation of the Datatalk.asia” untuk mencari masukan terhadap pengembangan Datatalk.asia ke depan. Sayangnya, pada hari-H pelaksanaan, dua jurnalis Malaysia tidak dapat hadir dikarenakan mendapat tugas dari medianya secara mendadak untuk meliput pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Diskusi pun hanya dihadiri oleh tiga jurnalis dari Indonesia (Kompas, Katadata.co.id, Rumah Pemilu), tiga jurnalis dari Filipina (Philippines Agency, Digicast Negros, Daily Guardian), dan lima observer dari Philippine Center for Investigative Journalism (PCIJ), Jaring.id, dan Perludem. 

Direktur Eksekutif PPMN Eni Mulia dalam sambutannya menekankan bahwa data pemilu sangat penting karena pemilu merupakan instrumen utama dalam demokrasi.

“Ada begitu banyak tantangan dan kendala dalam akses data terbuka yang masyarakat butuhkan. Oleh karena itu, PPMN ingin mengembangkan suatu platform mengenai data dan analisis data pemilu yang terbuka untuk khalayak luas, terutama untuk jurnalis,”

Eni Mulia, Direktur Eksekutif PPMN

Selama ini, Datatalk.asia telah mendapatkan data dari sumber yang disediakan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba di negara-negara Asia Tenggara dengan bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Jaring.id di Indonesia, PCIJ di Filipina, dan Sinar Project di Malaysia. Namun, Datatalk.asia masih perlu pengembangan sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh para jurnalis.

Difasilitasi oleh Direktur Eksekutif Indonesia Data Journalism Network (IDJN) Wan Ulfa, para peserta diskusi memberikan banyak komentar, masukan, dan kritik yang berharga tentang bagaimana Datatalk.asia ini bisa berfungsi secara efektif.

Nef Luczon dari Philippines Agency berpendapat untuk jurnalis yang memiliki pengalaman dalam pengumpulan data, situs Datatalk.asia dapat dijelajahi dengan baik, namun mungkin bagi untuk masyarakat lain yang tidak memiliki pengalaman dalam perhimpunan data masih akan bingung dan tersesat dalam rentetan informasi dan data dalam website ini. 

Sementara Marchel perwakilan dari Digicast Negros menyatakan bahwa Datatalk.asia sudah ramah bagi penggunanya, namun tetap dibutuhkan perbaikan, seperti perbaikan dalam sitemap yang mungkin ditambahkan dengan teks, dan bukan  hanya angka.

Annisa Mutia dari Katadata.co.id mengharapkan Datatalk.asia bisa menambahkan banyak fitur seperti data pemilih, kandidat, dan beberapa informasi singkat tempat sumber data yang dikumpulkan. Ia juga mengharapkan bila Datatalk.asia bisa menunjukan data calon kandidat untuk beberapa wilayah dengan rincian berdasarkan usia, ras, hingga latar belakang. “Perlu juga pengelolaan media sosial dalam situs ini. Sehingga bisa mengundang lebih banyak orang mengetahui tentang situs ini,” katanya. 

Nurul Amalia, perwakilan dari Rumah Pemilu,  menceritakan pengalamannya  saat menggunakan  Datatalk.asia. Menurutnya cukup mudah mengunduh data, namun akan jauh lebih baik bila Datatalk.asia menambahkan filter berdasarkan tahapan pemilu.Selain itu, ia juga berharap visualisasi data dalam situs Datatalk.asia bisa tertata dengan baik berdasarkan variabel data tertentu.

Joseph Bernard A. Marzan perwakilan dari Daily Guardian mengatakan bila situs website datatalk.asia bukan hanya telah menyediakan banyak informasi, tetapi juga sangat mudah dibaca dan bisa bermanfaat bagi semua orang, tidak hanya untuk jurnalis. 

Sedangkan Reza perwakilan dari Kompas juga menyatakan bila halaman situs datatalk.asia sudah bagus, namun data negara di dalamnya masih sangat terbatas. Ia berharap Datatalk.asia bisa menambahkan data pemilu dari negara lain ke depannya. 

Chief of Party RESPECT Theresia Joice Damayanti, dalam sambutan penutup mengatakan  sangat senang atas tanggapan positif dari para peserta diskusi. Ia menyatakan bila semua masukan akan coba dipertimbangkan dengan tujuan untuk pengembangan Datatalk.asia. Ia juga berharap Datatalk.asia dapat menjadi penunjang kerja jurnalis dan dapat diakses di seluruh negara Asia.

Penulis: Agetha T. Lestari

Share: