technology

Indonesia sudah melewati perhelatan Pilkada serentak pada Desember 2020 lalu. Bukanlah hal mudah karena harus dilaksanakan di tengah pandemi Covid19. Semua aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa dibatasi oleh pemerintah untuk memperkecil resiko penularan virus. Lalu bagaimana seorang jurnalis bisa bekerja dengan efektif dan efisiensi di tengah situasi seperti ini? Terutama jurnalis yang bekerja pada isu politik dan hukum seperti Pemilu.

PPMN mendorong pendekatan jurnalistik yang bisa digunakan dalam peliputan seperti agenda Pemilu atau Pilkada yakni data-driven journalism atau jurnalisme data. Secara khusus kami bahkan mengembangkan sebuah platform yang berisi data mentah serta visualisasinya mengenai pelanggaran Pemilu yang terjadi di kawasan Asia Pasifik. Anda dapat mengunjungi www.datatalk.asia untuk lebih memahaminya.

Lalu bagaimana mempraktikkan jurnalisme data dalam liputan tentang Pemilu? Pada akhir Januari 2021 kami mengundang seorang jurnalis data berpangalaman asal Malaysia, Kuang Keng Kuek Ser. Ia pernah bekerja untuk Malaysia Kini dan saat tercatat sebagai salah satu pendiri Data-N. Selama lebih kurang 30 menit, Keng membagikan pengalamannnya tentang menggunakan jurnalisme data dalam liputan tentang Pemilu. Selamat menyaksikan!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *