fbpx
Image default
Kegiatan PPMN

Peran Media dan Jurnalis dalam Melawan Intoleransi

Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) menghelat acara bertajuk Beda Ragam, Saling Sapa di Jakarta, 9-11 Januari 2019. Acara yang didukung oleh Ford Foundation ini bertujuan untuk membangun kemampuan masyarakat untuk membuat strategi kampanye yang efektif tentang toleransi dan keberagaman.

“Berbagai survei yang dilakukan beberapa tahun belakangan menunjukkan trend peningkatan penyebaran ujaran kebencian dan pesan intoleransi. Kami berharap acara ini bisa mendorong masyarakat dan jurnalis untuk memproduksi pesan-pesan yang mendukung toleransi di tengah keberagaman,” ujar Direktur Eksekutif PPMN Eni Mulia.

Hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Nasional Syarif Hidayatullah, Jakarta yang dirilis tahun 2017 misalnya,  menunjukkan 51,1% mahasiswa/siswa beragama Islam memiliki opini intoleran terhadap aliran Islam minoritas. Di antara aliran Islam minoritas tersebut terdapat Ahmadiyah dan Syiah.

Direktur Ford Foundation Alexander Irwan menilai penting pesan-pesan counter intolerasi disampaikan kepada publik. Bukan hanya konten tetapi pesan-pesan penangkal narasi intoleransi penting disampaikan jurnalis.

“Bukan hanya konten tetapi messenggernya,” kata Irwan dalam pembukaan Festival Keberagaman Beda Ragam Saling Sapa pada 9 januari 2019 di Jakarta Pusat.

Beda Ragam, Saling Sapa merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang dilakukan PPMN untuk mempromosikan toleransi. Sebelumnya, lembaga nirlaba yang sudah berdiri sejak Juli 2006 ini telah melakukan dua kali lokakarya untuk jurnalis di Indonesia dan Asia Tenggara.

Foto: Damar

PPMN juga memberikan beasiswa peliputan isu toleransi yang dikemas dalam bentuk Jurnalisme Solusi kepada beberapa jurnalis. Hasil liputan mereka dimuat di berbagai media lokal, nasional, dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Vietnam.

Sementara karya-karya terbaik dari lomba konten kreatif dipamerkan selama festival Beda Ragam Saling Sapa berlangsung.

Peran Jurnalisme

Meningkatnya penyebaran ujaran kebencian dan intoleransi beriring dengan menurunnya kepercayaan publik pada jurnalisme. Studi Edelman yang dilakukan sejak 2012 hingga 2018 menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap media memperlihatkan trend penurunan. Tingkat kepercayaan publik terhadap media memang sempat meningkat dari 68 persen pada 2012 menjadi 73 persen setahun kemudian. Namun, angka tersebut terus menurun hingga menyentuh angka 63 persen di 2016.

Kondisi tersebut dibincang dalam diskusi yang membuka rangkaian acara Beda Ragam, Saling Sapa. Diskusi dipandu oleh Janet Steele, Professor of Media and Public Affairs and International Affairs Columbian College of Art & Science.

Salah satu sudut pameran foto Beda Ragam Saling Sapa. Foto: Santi

Janet yang membuka diskusi dengan paparan singkat menyebut praktik jurnalisme yang baik akan membantu toleransi yang baik sebagai pondasi masyarakat. Praktik jurnalisme yang baik harus memenuhi sembilan elemen jurnalisme. Tak hanya itu, wartawan juga bisa menerapkan jurnalisme solusi dan jurnalisme damai untuk menjelaskan persoalan sosial.

“Akan tetapi media yang independen lebih penting,”kata Janet.

Alissa Wahid Pengasuh Jaringan GusDurian Indonesia mengatakan dari gerakan akar rumput mereka tidak hanya berbicara tentang toleransi, juga penting memegang nilai keadilan dan kemanusian.

Lokakarya

Pelawak tunggal Sakdiyah Ma’ruf yang gemar membawakan pesan seputar Islam dan anti ekstrimisme turut menyemarakkan acara Beda Ragam, Saling Sapa. Tak kalah seru, festival juga diisi dengan dua kelas lokakarya yang diampu dua nama beken di bidangnya.

Materi pembuatan komik strip bakal dibawakan kartunis Muhammad Misrad, atau yang lebih beken dengan nama Mice. Sementara itu, Direktur NU Online Savic Ali bakal mengisi kelas pembuatan video pendek.

Di sela berbagai sesi menarik Beda Ragam Saling Sapa, pengunjung juga bisa menikmati pameran foto dan video bertema toleransi dan keberagaman di selasar Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto dan video yang dipajang merupakan hasil karya para pemenang lomba Instagram Challenge bertajuk #CeritakanKeberagaman. Pameran ini bakal berlangsung pada Kamis, 9 Januari hingga Sabtu, 11 Januari 2019.

Artikel Terkait

Pimpinan Redaksi Perempuan: Patriarkisme, Manajemen Tidak Ramah Gender Menghambat Karir Perempuan di Media

admin

PENGUMUMAN TENDER DIPERPANJANG – Pembangunan Platform Data Pemilu

admin

Pendaftaran ExcEl Award 2019 Diperpanjang

admin

Tinggalkan Komentar

X