Pemberdayaan Perempuan Dalam Penanggulangan Kemiskinan

cn2018-1Latar Belakang

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) yang tinggal di Indonesia pada September 2017 mencapai 26,58 juta (10,12%) dari total penduduk. Jumlah itu berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 sebesar 27,77 juta orang (10,64%). Dari jumlah itu angka kemiskinan di pedesaan lebih tinggi, yakni 16,31 juta orang.

Angka penduduk miskin secara umum itu sedikit banyak juga berada di tangan kaum perempuan. Bahkan, kemiskinan kerap identik dengan kehidupan perempuan. Data BPS tadi menyebut dari jumlah penduduk miskin tadi, 50% lebih dari mereka adalah perempuan. Kemiskinan yang menimpa perempuan Indonesia, boleh jadi dilatari oleh banyak faktor. Bidang pendidikan misalnya, angka buta aksara perempuan sebesar 12,28%, sedangkan laki-laki 5,84%. Dalam bidang kesehatan, status gizi perempuan masih merupakan masalah utama. Angka kematian ibu (AKI) juga masih sangat tinggi, yaitu sebesar 248 per 100.000 kelahiran hidup. Di bidang ekonomi, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) laki-laki jauh lebih tinggi (86,5%) daripada perempuan (50,2%).

Munculnya kasus kekerasan seksual, prostitusi, buruh migran, trafficking, dan kekerasan lainnya, secara tidak langsung juga menambah gambaran kemiskinan perempuan.

Muhammad Yunus, pemenang Nobel 2009 dari Bangladesh, menyampaikan tidak mungkin bicara kemiskinan jika tidak melibatkan perempuan. Kelaparan dan kemiskinan lebih menjadi masalah perempuan ketimbang laki-laki. Perempuan mengalami kelaparan dan kemiskinan lebih dulu dari laki-laki.

Penopang Ekonomi Keluarga

Mengingat peranan perempuan berkontribusi besar dalam membangun pilar ekonomi, terutama dalam rumah tangga, maka perlu dilakukan berbagai cara penguatan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Daya tahan ekonomi di suatu daerah, sangat ditentukan oleh kokohnya ekonomi rumah tangga. Kemiskinan yang terjadi di berbagai wilayah pedesaan karena lemahnya pertahanan ekonomi keluarga. Sebaliknya, kuatnya daya tahan ekonomi rumah tangga akan menentukan kekuatan ekonomi suatu wilayah.

Sejak program Citradaya Nita dimulai pada tahun 2015, PPMN sedikit banyak telah menguatkan peran ekonomi keluarga lewat pemberdayaan perempuan. Maka, program pemberdayaan kali ini mengambil kegiatan penanggulangan kemiskinan bagi perempuan. Program Citradaya Nita 2018 akan mempromosikan akses perempuan dalam media untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kemiskinan. Melalui peningkatan pendidikan, sosialisasi, serta informasi media, diharapkan masyarakat akan memiliki komitmen, sikap, pandangan dan penghormatan yang lebih baik terhadap peran perempuan di berbagai profesi dan pembangunan.

Secara umum, kegiatan yang akan dilakukan adalah kelas keaksaraan bagi perempuan, seperti praktik menulis, mobilisasi perempuan menjadi jurnalis warga (JW), dan mengembangkan keterampilan perempuan dalam menciptakan usaha kecil untuk mendapat penghasilan tambahan. Pelatihan membangun kapasitas media ini tidak hanya dijalankan oleh fellow Citradaya Nita. Mereka akan membentuk kemitraan dengan komunitas, media atau lembaga pemerintah lokal yang bekerja untuk mengurangi kemiskinan. Lembaga tersebut seperti media lokal, koperasi, radio komunitas, serta LSM/CSO yang relevan. Pengembangan ini disesuaikan dengan potensi para perempuan di daerahnya masing - masing.

Maka Fellowship ini nantinya mempunyai hasil (output):

  1. Jurnalis perempuan dari media audio, cetak dan online yang kreatif dan inovatif dalam menulis berita, serta memahami proses advokasi bersama pemerintah atau LSM lokal.
  2. Jurnalis perempuan bekerjasama dengan pengelola media mainstream untuk menghasilkan produk siaran talkshow, Iklan Layanan Masyarakat (ILM) di radio, televisi, media cetak maupun online, dengan tema penanggulangan kemiskinan.
  3. Penguatan peran perempuan melalui artikel atau berita yang mereka tulis untuk menanggulangi kemiskinan.
  4. Terjalin kerjasama antara jurnalis, media mainstream, serta kelompok marjinal dalam melakukan advokasi untuk memberantas kemiskinan.
  5. Membentuk komunitas jurnalis warga (JW) perempuan sebagai wadah diskusi, melakukan kegiatan literasi, dan pemberdayaan dan promosi usaha kecil untuk memberantas kemiskinan.

Siapa Saja yang Bisa Menerima Fellowship ?

  1. Fellowship ini akan diberikan kepada jurnalis perempuan atau penggerak komunitas perempuan secara umum:
  2. Jurnalis perempuan yang bekerja pada media radio, televisi, cetak dan online;
  3. Berjiwa inovatif dan pekerja keras;
  4. Memiliki komitmen untuk memberdayakan kaum perempuan dalam komunitasnya;
  5. Memiliki ide dan mampu menyelenggarakan serta mengelola program untuk komunitas perempuan;
  6. Bersedia mengikuti ketentuan dalam menerima fellowship, target pencapaian dan pembuatan laporan.
  7. Program menargetkan jurnalis yang berasal dari daerah pedesaan dan daerah pesisir.

Rencana Kegiatan Fellowhip:

Fellowship ini akan dilaksanakan pada: Juli - Oktober 2018
Pendaftaran/ pengiriman lamaran: Mei - Juni 2018

Persyaratan peserta, peserta mengirimkan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Jurnalis perempuan dari media radio, televisi, cetak/ online, baik berbahasa Indonesia maupun berbahasa daerah;
  • Mengisi surat Persetujuan (referensi) bersedia menjalankan kegiatan fellowship Citradaya Nita;
  • Melampirkan CV/biodata disertai pasfoto 1 lembar,
  • Menyusun proposal yang diserahkan kepada panitia
  • Tema proposal tidak terbatas berdasarkan kondisi di daerah masing-masing;
  • Mengirimkan copy contoh karya jurnalistik (portofolio).

Workshop

Workshop akan dilakukan selama 3 hari di Jakarta pada: 28 – 30 Juni 2018

Tujuan Workshop

  • Memetakan persoalan yang dialami jurnalis perempuan dalam pemberdayaan perempuan untuk menanggulangi kemiskinan.
  • Memperkuat peran perempuan dalam pengentasan kemiskinan, terutama untuk keluarga dan lingkungan terdekat.
  • Menggali potensi masyarakat daerah dan partisipasi publik agar turut aktif dalam pengembangan media.
  • Identifikasi, sharing dan menyusun strategi dalam membangun program perempuan untuk penanggulangan kemiskinan.
  • Membuat artikel atau program siaran mengenai penanggulangan kemiskinan, seperti memperkenalkan usaha kecil daerah.
  • Membangun konsolidasi gerakan sosial antara jurnalis perempuan dengan masyarakat.

Program selama empat bulan mencakup:

  • Workshop untuk meningkatkan kemampuan jurnalis perempuan dalam penanggulangan kemiskinan;
  • Adanya talkshow atau mentoring untuk melihat perkembangan jurnalis;
  • Membentuk komunitas jurnalis warga (JW) perempuan;
  • Bekerja dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil untuk memberikan pengetahuan atau pelatihan usaha kecil bagi perempuan;
  • Adanya jaringan media untuk bersama memberantas kemiskinan.

Ketentuan fellowship:

Panitia akan membuka kesempatan bagi jurnalis perempuan di seluruh Indonesia. Peserta terpilih akan diundang mengikuti pelatihan (workshop) di Jakarta. Selanjutnya, bagi peserta yang lolos seleksi akan mendapat fellowship berupa bantuan dana dalam melakukan kegiatan. 
Fellowship berupa bantuan dana untuk melakukan kegiatan.

Fellowship ini terbuka untuk jurnalis perempuan di seluruh Indonesia. Jurnalis yang berminat harus membuat rencana atau proposal kegiatan dengan tema: Pemberdayaan perempuan dalam rangka pemberantasan kemiskinan  dan menyerahkannya kepada panitia di PPMN via e-mail Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau pos ke alamat: Gedung Prince Center lt. 6, Jl. Jend. Sudirman Kav. 3-4, Jakarta 10220, paling lambat 12 Juni 2018.

Rencana kegiatan setidaknya harus berisi: (1) angle/pertanyaan liputan yang ingin dijawab dari tema besar (bersama), (2) ringkasan latar belakang masalah, data/dokumen awal yang sudah dimiliki dan penjelasan mengapa kegiatan ini penting, (3) daftar narasumber yang harus diwawancarai, data/dokumen untuk kegiatan tersebut, dan (4) perkiraan anggaran dana yang dibutuhkan.

Keikutsertaan jurnalis perempuan dalam fellowship harus diketahui, disetujui pemimpin media, dan dibuktikan secara tertulis. Surat persetujuan dari pemimpin media, sekaligus menjelaskan kesediaannya untuk melakukan semua kegiatan yang diwajibkan.

Setiap proposal akan diseleksi berdasarkan menarik tidaknya angle yang diajukan, kuat tidaknya dokumen/data awal yang dimiliki dalam tenggat waktu yang tersedia. Fasilitator akan memeriksa anggaran kegiatan yang diajukan dan menentukan jumlah yang disetujui sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. Jumlah anggaran yang diizinkan untuk diajukan ditentukan oleh panitia.

Alur Kegiatan

Proposal kegitan yang dikirimkan ke PPMN akan diseleksi oleh panitia dan menjadi maksimal 10 (sepuluh) proposal. Peserta yang lolos akan diundang mengikuti pelatihan di Jakarta. Pada penghujung pelatihan, setiap peserta akan mempresentasikan kembali proposal kegiatan yang sudah dipertajam untuk diseleksi kembali menjadi 7 (tujuh orang) penerima fellowship. Para fellow akan memperoleh bimbingan/ mentoring dan biaya kegiatan di bawah koordinasi panitia.

Jadwal Kegiatan

14 Mei – 8 Juni 2018 : Pendaftaran peserta
9 – 12 Juni 2018 : Penjurian/seleksi peserta terpilih
28 Juni – 30 Juni 2018 : Pelatihan/Workshop di Jakarta
1 Juli – 31 Oktober 2018 : Pelaksanaan kegiatan
November 2018 : Pembuatan laporan dan semua hasil kegiatan

Penutup dan Informasi

TOR kegiatan ini disusun sebagai panduan pelaksanaan kegiatan. Formulir biodata peserta serta surat persetujuan pemimpin redaksi/ kepala biro dapat diunduh melalui situs web: www.ppmn.or.id.